Ketika Anda berniat mengambil rumah melalui KPR, maka tentunya memerlukan persiapan yang matang, dan hal ini menuntut Anda melalui rute-rute tertentu sebagai akses utama menuju kelancaran dalam proses pengajuan KPR nantinya.

Keberhasilan Anda dalam memperoleh persetujuan KPR tidak lepas dari ketiga hal yang perlu Anda tanamkan sejak awal saat Anda merencanakan mewujudkan rumah idaman Anda yakni menemukan suatu kebutuhan dan memenuhinya, mempunyai suatu rencana dan menjalaninya serta menghadapi tantangan dan melaluinya. Ketiga point tersebut memiliki tendensi “ hadapi, jalani dan lalui ”, maka Anda dapat mengantisipasi dan meminimalisir kemungkinan ditolaknya KPR oleh pihak kreditor.

Namun kunci terdepan untuk menuju akses utama demi kelancaran proses pengajuan KPR adalah “komitmen“. Dengan komitmen tersebut Anda dapat menyingkirkan gangguan atau pengalihan yang tidak perlu bahkan akan menghambat Anda dalam mencapai target untuk membeli rumah.

Adapun akses utama dalam mematangkan persiapan Anda untuk membeli rumah melalui KPR adalah mencakup pemenuhan kriteria-kriteria sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan Dana Uang Muka (Down Payment)

Biaya down payment merupakan dana yang paling besar yang wajib dianggarkan dalam pembelian rumah yaitu kisarannya 5% hingga 10% untuk rumah subsidi dan 25% hingga 30% untuk rumah komersil dari harga propertinya.

  • Pelunasan Down Payment Rumah

Proses KPR rumah yang akan diajukan kepada pihak Bank, baru dapat dilakukan setelah pembayaran DP diselesaikan oleh pembeli ke penjual (developer). Bukti pembayaran DP tersebut akan disampaikan kepada pihak bank sebagai syarat untuk memproses pengajuan KPR Anda.

  • Adanya Kerjasama Pihak Bank selaku Pemberi KPR dengan Developer

Pihak bank yang ditunjuk sebagai sarana pengajuan KPR harus melakukan kerjasama dengan developer yang menjual properti hunian (rumah) tersebut. Apabila rumah yang direncanakan untuk dibeli adalah rumah baru dan sertifikat masih dalam proses atau dengan kata lain sertifikat belum jadi, maka bank  hanya bersedia memberikan KPR kepada developer yang sudah bekerjasama, dimana pihak bank akan menghubungi pihak developer untuk memastikan kelengkapan administrasi sebelum persetujuan kredit dan proses akad kredit dilakukan di kantor. Pihak bank akan meminta developer untuk membuat surat komitmen mengenai penyelesaian sertifikat sebagai syarat dalam kelengkapan dokumen pengajuan kredit.

  • Menyelesaikan Biaya-biaya Proses Pengurusan KPR

Biaya yang perlu dikeluarkan untuk pengurusan KPR mencapai kisaran hingga lebih dari 5% dari plafon pinjaman, karenanya usahakan dipersiapkan dengan baik. Biaya ini mencakup biaya provisi 1% dari total pinjaman, biaya administrasi bank, premi asuransi kerugian untuk properti, premi asuransi jiwa, biaya APHT Jaminan dan biaya notaris. Pelunasan biaya ini menjadi prasyarat dalam pencairan kredit.

  • Membayar Biaya Pajak Pembeli (BPHTB) kepada pihak developer

Sebelum melakukan akad kredit dengan pihak bank maka calon kreditur (pembeli) harus menyelesaikan biaya pajak pembeli (BPHTB = biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan) yang memiliki plafon : 5% x {harga jual – nilai jual obyek pajak tidak kena pajak (NJOPTKP)}, dimana pajak pembelian ini dapat dibayar melalui bank dan dilaporkan ke kantor pajak atau dapat diuruskan oleh notaris yang ditunjuk.

  • Melunasi Biaya Notaris  untuk Pengurusan AJB dan BBN kepada pihak developer

Pada umumnya keterlibatan notaris dalam jual beli rumah sangatlah diperlukan, karena dokumen-dokumen tersebut memerlukan orang yang berkompeten dalam menanganinya. Biaya Akta Jual Beli (AJB)dan Bea Balik Nama (BBN) saat ini masih berkisar pada nominal masing-masing Rp. 750.000 per dokumen.

Berdasarkan keenam point yang telah diuraikan diatas apabila telah Anda persiapkan dengan matang khususnya dari segi budget yang harus direalisasi, maka dapat memuluskan langkah Anda menuju akses utama agar KPR Anda mendapat persetujuan. Semoga artikel ringkas ini dapat memberikan wacana bagi Anda dalam mempersiapkan dan membuka jalan Anda memperoleh rumah melalui sistem KPR.

Categories: Info Shafwah

Shafwah Royal Property

Shafwah Royal Property

Pengembang Ruko & Perumahan Subsidi/Non Subsidi · Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, Ponorogo dan Kupang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *