Merencanakan pembelian rumah memerlukan persiapan yang matang baik dari sisi ketersediaan dana, informasi tentang perumahan yang akan dibeli, momentum yang tepat untuk melakukan survey lokasi hingga memilih jenis fasilitas kredit yang akan digunakan untuk mengambil pinjaman dana yang paling kompetitif dari berbagai lembaga keuangan yang berkompeten dalam menawarkan kreditnya.

Keterbatasan informasi dan edukasi mengenai ragam alternatif solusi pinjaman dana untuk rencana pembelian rumah menjadi suatu tantangan tersendiri bagi Anda yang ingin mendapat kucuran dana dari pihak pemberi kredit yang dapat mendukung kelancaran mewujudkan impian Anda dalam membeli rumah yang Anda idamkan selama ini.

Adapun beberapa ragam alternatif solusi pinjaman dana untuk rencana pembelian rumah dapat dikategorikan dalam 4 (empat) jenis lembaga keuangan yang menawarkan fasilitas kredit tersebut yaitu :

1. KPR Bank

  • Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) adalah fasilitas kredit untuk membeli rumah, dimana agunan yang digunakan untuk KPR adalah rumah yang akan dibeli tersebut.
  • Khusus untuk KPR Multiguna atau KPR Refinancing, agunan dapat menggunakan rumah yang telah dimiliki dari sebelumnya.
  • Umumnya metode KPR ini akan menganalisa untuk mengetahui kelayakan Anda dalam hal cicilan serta tenor waktu yang dapat dijalankan sesuai kemampuan Anda.
  • Akad kredit yang menjadi kesepakatan sangat ditentukan dari down payment (DP) yang Anda bayarkan, semakin tinggi DP (uang muka), maka semakin kecil dan singkat pula pembayaran angsuran KPR perbulannya.
Keuntungan KPR adalah:
Kerugian KPR adalah:
– Meminimalisir persiapan dana tunai dengan cukup alokasi DP, biaya-biaya KPR dan lain-lain yang nominalnya tidak sebesar ketika Anda membeli secara cash.

– Angsuran KPR dapat disiasati agar tidak memberatkan dengan mengambil tenor panjang.
– Harga rumah menjadi lebih mahal akibat suku bunga yang harus dibayarkan selama periode cicilan.

– Berisiko terhadap penyitaan apabila Anda menunggak membayar karena sesuatu hal sehingga Anda tidak mampu lagi membayar cicilan KPR tersebut.

– Adanya penalty apabila Anda berencana melunasi kredit pemilikan rumah sebelum waktunya (pelunasan dipercepat).

2. BPJS Ketenagakerjaan

  • Istilah fasilitas pinjaman untuk membeli rumah dari BPJS ketenagakerjaan disebut sebagai “Pemberian Uang Muka Perumahan (PUMP)”.
  • Jumlah nominal yang tersedia dibagi menjadi tiga jenis:
    • Karyawan dengan gaji < Rp. 5.000.000 memperoleh plafon pinjaman Rp. 20.000.000
    • Karyawan dengan gaji 5-10 juta memperoleh plafon pinjaman Rp. 35.000.000
    • Karyawan dengan gaji > Rp. 10.000.000 memperoleh plafon pinjaman Rp. 50.000.000
  • PUMP ditujukan sebagai sarana pinjaman dana dan dapat memberikan Anda keleluasaan untuk mengambil kredit rumah.
  • Program PUMP ini dibagi menjadi dua kategori peruntukan yaitu KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi.
  • Suku bunga yang ditawarkan  untuk cicilan akan disesuaikan  dengan ketentuan pemerintah.
  • Prosedur untuk memperoleh PUMP ini adalah Anda harus terdaftan dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan untuk memperoleh kartu peserta tersebut dengan:
    • Surat Rekomendasi dari tempat kerja
    • Membawa surat rekomendasi tersebut ke pihak bank  yang memang telah bekerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan
    • Pihak bank akan menerbitkan dan juga  memberikan tembusan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit (SP3K) sebagai bukti.
    • Bukti dari bank tersebut digunakan untuk pengajuan PUMP ke BPJS Ketenagakerjaan terdekat dengan melampirkan KTP, KK dan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan

3. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

  • Kredit Tanpa Agunan (KTA) merupakan pinjaman tanpa adanya suatu aset yang wajib dijadikan sebagai jaminan.
  • Berkenaan tidak adanya jaminan yang menjamin pinjaman tersebut, maka keputusan pemberian kredit adalah berdasarkan pada riwayat kredit dari pemohon kredit secara personal (pribadi).
  • Hal tersebut diatas menegaskan bahwa kemampuan melaksanakan kewajiban pembayaran kembali pinjaman adalah pengganti jaminan.
  • Permohonan atas fasilitas KTA didasarkan pada rating atau riwayat kredit pribadi, status keuangan, dan jumlah nominal  yang dipinjam..
  • Meskipun Anda tidak diwajibkan untuk menawarkan sejumlah aset sebagai jaminan, hal ini tidak berarti Anda bebas tanpa konsekuensi yang menyertainya, karena secara hukum Anda tetap terikat untuk melunasi kembali pinjaman yang telah disepakati, dan perlu diketahui bahwa terdapat suku bunga yang relatif tinggi.
  • Pada umumnya, fasilitas KTA ditempuh oleh seseorang untuk tujuan berikut:
    • Adanya kebutuhan yang sangat mendesak sehingga memerlukan pinjaman dana secara cepat, karena tidak memerlukan prosedur agunan
    • Sedang mengakomodir proyek-proyek bisnis tertentu yang memerlukan suntikan dana segar agar dapat mngembangkan usaha agar lebih maju
    • Berencana melakukan kredit konsumsi atau membeli barang kebutuhan yang sifatnya pribadi baik itu bersifat primer, sekunder maupun tersier.
    • Memiliki rencana untuk melunasinya lebih awal agar tidak menjadi beban psikologis, karena tidak diberlakukannya penalty (denda) dengan adanya pelunasan dipercepat.

4. Pegadaian

Pegadaian adalah lembaga keuangan yang meminjamkan dana dengan cara menjaminkan suatu aset (barang).

Keuntungan meminjam dana melalui Pegadaian:Kerugian meminjam dana melalui Pegadaian:

– Prosesnya Relatif Mudah dan Cepat
Anda dapat langsung memperoleh dana pinjaman dihari yang sama untuk nominal yang tertentu tanpa perlu menunggu hitungan minggu bahkan bulanan.

– Tidak ada BI Checking
Pihak Pegadaian biasanya tidak menerapkan BI Checking terhadap latar belakang keuangan dari pihak peminjam, dengan memberikan jaminan aset, maka hal tersebut cukup untuk mendapatkan pinjaman dana dalam jumlah tertentu.

– Plafon Pinjaman mencapai 95 persen
Jumlah nominal pinjaman tentunya disesuaikan dengan nilai barang yang Anda jaminkan.

– Berlakunya batas pinjaman
Walaupun proses pengajuan pinjaman relatif mudah dan cepat, namun dana yang dapat dipinjamkan tidak terlalu besar jumlahnya, yaitu hanya dengan jumlah maksimal senilai ratusan juta saja atau berdasarkan nilai taksitan atas aset yang Anda jadikan agunan (jaminan). ini berarti dana yang ada hanya mencukupi untuk Anda membayarkan DP rumah hingga renovasi rumah, tidak memadai untuk membeli rumah secara tunai (cash keras).

– Tenor pinjaman yang lebih pendek
Tenor maksimal hanya 5 tahun sehingga beban cicilan besar. setiap bulannya

– Jaminan Aset harus disimpan langsung
Aset yang dijaminkan harus disimpan dan tidak dapat digunakan selama periode cicilan berjalan dan belum lunas.

Keempat lembaga pembiayaan kredit yang telah dipaparkan diatas semoga dapat menjadi referensi yang dapat memberikan informasi yang berguna bagi saat berencana membeli rumah secara kredit, namun perlu diketahui bahwa dari keempat lembaga pembiayaan tersebut ada yang hanya memungkinkan memfasilitasi sebatas dana pinjaman untuk membayar uang muka (down payment) saja. Jadi Andalah yang dapat menentukan dengan bijak mana diatara lembaga keuangan tersebut yang dapat mendukung Anda dalam melakukan pembelian rumah.

Categories: Info Shafwah

Shafwah Royal Property

Shafwah Royal Property

Pengembang Ruko & Perumahan Subsidi/Non Subsidi · Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, Ponorogo dan Kupang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *