Dalam ranah kehidupan yang serba modern saat ini, tentunya Anda berusaha memanfaatkan berbagai fasilitas kemudahan yang tersedia, tidak hanya dalam bidang teknologi dan informasi saja tetapi juga dalam dunia perbankan yang semakin beragam dan kompetitif dalam menawarkan fasilitas kreditnya, seperti KPR, KPA dan lain sebagainya.

Ragam fasilitas kredit perbankan dalam segmen properti seperti KPR salah satunya, tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat dengan penghasilan kecil dan menengah saja, namun untuk golongan masyarakat berpenghasilan tinggi juga ada yang memanfaatkan fasilitas kredit guna menjaga cash flow yang mendukung sektor bisnis mereka agar tetap relevan dan aman.

Tetapi perlu disadari bahwa realitasnya di dalam fasilitas kredit KPR yang ditawarkan tersebut ada sejumlah persyaratan minimum yang menyertainya agar pengajuan KPR Anda tidak ditolak, sehingga bagi Anda yang tidak mengantisipasi hal ini akan terkendala dalam prosesnya agar dapat lolos seleksi. Berikut beberapa tips memetakan langkah strategis agar KPR Anda disetujui oleh Bank:

  1. Penilaian berdasarkan Kemampuan Anda Membayar Uang Muka (Down Payment)

Persyaratan DP merupakan syarat mutlak paling krusial yang wajib Anda bayar saat pengajuan KPR, karena pihak Bank tidak akan mencairkan pinjaman Anda meskipun semua persyaratan laiinya sudah dipenuhi. Pihak Bank selaku kreditur tentunya tidak seluruhnya (100%) akan mengcover pembiayaan rumah Anda dari harga total pembelian, dimana ketentuan DP minimum yang telah ditetapkan oleh BI paling kecil berkisar antara 10% hingga 30% dari harga properti yang Anda beli.

Segeralah kalkulasi terlebih dahulu untuk kisaran harga rumah yang akan Anda beli agar dapat dialokasikan berapa nominal uang muka (down payment) yang harus dibayarkan kepada pihak pengembang (developer), karena pada saat KPR Anda disetujui maka uang muka (DP) sudah dilunasi dan pihak Bank akan menggunakan bukti jaminan lunas uang muka Anda untuk proses KPR berikutnya, seperti provisi, asuransi, biaya notaris, biaya administrasi bank dan lain sebagainya.

  • Penelusuran Terhadap Reputasi Pembiayaan Anda yang Bersih BI Checking

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Anda memiliki rekam jejak atau catatan kredit yang baik dan bersih. Ini merupakan catatan penting dari pihak Bank dalam menilai karakter Anda dalam hal komitmen dan tanggung jawab terhadap setiap pembiayaan/pinjaman yang Anda ambil di perbankan (lembaga keuangan) dan dapat ditelusuri di database BI Checking. Apabila Anda pernah menunggak atau telat dalam mencicil kredit, maka berpotensi bagi pihak Bank untuk menolak pinjaman yang Anda ajukan tersebut.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan kredit KPR, Anda harus memastikan catatan kredit Anda bersih dari segala tunggakan di bank atau lembaga keuangan terkait. Sebagai referensi Anda dapat mengajukan pengecekan informasi debitur ke Bank Indonesia (BI) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku institusi yang mengarsipkan semua data-data debitur yang berdomisili di Indonesia.

  • Memiliki Bukti Penghasilan (Pendapatan) yang dapat mengakomidir angsuran rutin Anda

Adanya bukti penghasilan merupakan salah satu dokumen yang paling penting yang menjadi parameter bagi Bank untuk menyetujui atau menolak pengajuan kredit Anda, karena dokumen ini menjadi indikator sumber pendapatan yang dapat digunakan untuk kemampuan Anda dalam membayar cicilan kredit secara berkesinambungan.

Dokumen sumber penghasilan ini berupa slip gaji bagi karyawan dan mutasi rekening koran bagi pengusaha. Pada umumnya bagi Anda yang menerima gaji melalui sistem payroll lebih mudah untuk mendapat persetujuan karena pihak Bank dapat melihat transaksi cash flow atau aliran gaji Anda. Hal ini sangat membantu pihak bank dalam mempertimbangkan pengajuan kredit Anda melalui SOR (source on repayment) terhadap nasabah atau calon debitur yang akan menerima kucuran kredit dari Bank yang bersangkutan.

  • Pertimbangan terhadap Syarat Usia Pengajuan Kredit pada saat tenor kredit berakhir

Pada saat pengajuan kredit, maka pastikan Anda masuk kedalam batasan usia yang telah Bank tetapkan, yaitu syarat usia pengajuan KPR untuk dapat mengajukan kredit pada umumnya mulai dari usia 21 tahun hingga 55 tahun.

Hal yang paling penting Anda ketahui disini adalah batasan usia paling maksimal ketika cicilan KPR selesai. Maksudnya, dengan menambahkan usia Anda sekarang dengan rencana tenor pinjaman untuk mendapatkan usia maksimum. Contohnya, saat ini usia Anda 45 tahun dan rencana akan mengajukan KPR dengan tenor kredit 15 tahun, maka potensi penolakan terhadap pengajuan kredit Anda sangat besar karena melebihi usia maksimal yaitu 55 tahun.

Rumus Usia Calon Debitur = Usia saat Pengajuan KPR + Tenor Kredit                                       = ( 45 + 15 ) tahun                                       = 60 tahun (> batas usia maksimal yaitu 55 tahun)

Berdasarkan perhitungan diatas maka ada kelebihan 5 tahun dari usia maksimal yang ditetapkan pihak kreditur, dan sebagai alternatif Anda hanya dapat mengajukan tenor kredit dengan jangka waktu 10 tahun saja.

  • Menyerahkan Persyaratan Dokumen yang memenuhi kelayakan validitasnyai

Persyaratan dokumen yang harus dilampirkan saat pengajuan KPR terdiri dari dokumen calon debitur, bukti penghasilan, dan berkas-berkas kepemilikan rumah yang akan di KPR-kan. Ada baiknya Anda mempersiapkan dokumen tersebut jauh-jauh hari, mengingat beberapa dokumen ada yang tidak bisa segera Anda dapatkan karena harus melalui prosedur administrasi

Secara umum dokumen yang diperlukan oleh bank adalah sebagai berikut :

  1. Dokumen Pribadi meliputi: KTP, NPWP, Kartu Keluarga, Akta Nikah
  2. Dokumen Penghasilan meliputi: Slip gaji (bagi karyawan) dan Rekening Koran (bagi pengusaha)
  3. Dokumen Jaminan Legalitas Properti meliputi: Fotocopy Sertifikat, IMB, PBB, dan legalitas lainnya terkait dengan properti yang diperjualbelikan.

Hal-hal yang telah dibahas diatas merupakan aspek yang harus diperhatikan saat Anda menginginkan agar KPR dapat disetujui oleh pihak Bank, karenanya Anda harus mengantisipasi point-point tersebut karena sangat penting bagi pihak Bank sebelum menyetujui pengajuan KPR Anda. Semoga bermanfaat.

Categories: Info Shafwah

Shafwah Royal Property

Shafwah Royal Property

Pengembang Ruko & Perumahan Subsidi/Non Subsidi ยท Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, Ponorogo dan Kupang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *