Seiring dengan kemajuan dan diversifikasi produk perbankan yang semakin signifikan, sehingga berbagai inovasi instrumen mekanisme pembayaran dan sistem suku bunga yang ditawarkan telah menciptakan ragam pilihan bagi calon debitur untuk memilih instrumen mekanisme pembayaran dan sistem suku bunga yang dianggap paling bermanfaat dan terukur sesuai kemampuan nasabah.

Ketika Anda memilih untuk menggunakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) guna mewujudkan rumah impian Anda, tentunya akan banyak dihadapkan dengan berbagai pilihan dan kemudahan untuk mendapatkan pinjaman dengan sistem atau tingkat suku bunga yang bervariasi. Apabila wawasan Anda mengenai sistem suku bunga kurang memadai, maka hal ini akan membuat Anda rentan dalam pengambilan keputusan saat pengajuan kredit, karena minimnya informasi yang dimiliki dapat menjerumuskan Anda pada kekeliruan mengambil kredit yang tidak diimbangi dengan kemampuan finansial Anda nantinya.

Berikut adalah beberapa istilah suku bunga bank dalam fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) yang dapat membantu Anda memahami lebih baik sebelum mengambil fasilitas kredit yang ditawarkan oleh bank:

  1. Suku Bunga Flat (Flat Interest Rate)

Suku bunga flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang besar nominalnya mengacu pada pokok hutang awal, dimana porsi bunga dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama sejak cicilan pertama hingga cicilan terakhir memiliki jumlah yang sama

Suku bunga flat  dihitung dengan cara mengalikan jumlah hutang dengan suku bunga dan masa pinjaman kemudian dibagi dengan periode cicilan. Bagi debitur, perhitungan bunga dengan cara ini sangat memberatkan jika dilakukan dalam tenor cicilan yang panjang.

Sebagai ilustrasinya :

  • Harga Rumah : Rp. 150.000.000
  • Down Payment (DP): 30% maka plafon pinjaman (pokok hutang) menjadi: Rp. 105.000.000
  • Suku Bunga : 8% flat pertahun
  • Tenor Kredit : 10 tahun

Cara menghitung angsuran perbulannya menjadi:

  • Rp. (105.000.000 + {105.000.000 x 8% x  10})

                  120 bulan

  • Rp. 189.000.000

                      120 bulan       

  • Rp. 1.575.000

Dari total tersebut diatas dapat diketahui bahwa terdapat porsi pembagian yaitu:

Suku bunga 8% = Rp. 800.000, sehingga pokok hutangnya menjadi Rp. (1.575.000 – 800.000)

= Rp. 775.000.

Dengan demikian apabila Anda berencana melakukan pelunasan awal (early repayment), maka dapat dihitung berdasarkan jumlah angsuran yang telah dibayarkan dikalikan jumlah porsi pokok hutang tersebut. Ini cukup sebanding dengan jumlah uang yang telah kita angsur karena porsi pokok hutang yang berkurang, namun kelemahannya, menawarkan bunga yang cukup besar karena dihitung dari pokok hutang awal.

  • Suku Bunga Efektif (Effective Interest Rate)

Suku bunga efektif adalah sistem cicilan yang dibayarkan tetap sejak angsuran pertama sampai dengan angsuran terakhir dimana angsuran pokok pinjaman akan terus bertambah dari awal sampai akhir periode dengan bunga yang terus menurun. Atau dengan kata lain suku bunga efektif memiliki porsi bunga yang dihitung berdasarkan pokok hutang yang tersisa. Dalam hal ini porsi bunga dan pokok hutang dalam angsuran setiap bulannya akan berbeda, meskipun besaran angsuran perbulannya tetap sama.

Suku bunga efektif  akan sangat bermanfaat untuk kredit jangka panjang yang tidak terburu-buru untuk dilakukan pelunasan awal (early repayment) ditengah jalan, karena pada masa awal kredit porsi bunga masih sangat besar dalam cicilan perbulannya, sehingga pokok hutang akan sedikit berkurang, namun dengan pelunasan dipercepat jumlah pokok hutang masih sangat besar, hanya saja jika dibandingkan nominal bunga yang harus dibayarkan, jauh lebih kecil dari suku bunga flat seiring tenor kredit yang berjalan. Jadi apabila dikalkulasi secara cermat nominal yang dihasilkan dari perhitungan suku bunga flat hampir dua kali dari suku bunga efektif, misalnya suku bunga flat 5% sama dengan kredit 10% pada suku bunga efektif.

  • Suku Bunga Tetap (Fixed Interest Rate)

Suku bunga tetap berarti suku bunga tersebut bersifat tetap selama periode waktu tertentu atau selama periode pengambilan kredit.

Pada sistem ini suku bunga pinjaman diperhitungkan berdasarkan plafon kredit tanpa memperhatikan perubahan dalam sisa pinjaman. Besarnya nominal angsuran, cicilan pokok dan bunga pinjaman adalah tetap dari awal hingga akhir periode.

  • Suku Bunga Mengambang (Floating Interest Rate)

Suku bunga mengambang dihitung berdasarkan kurs mengambang diatas suku bunga pasar uang (money market). Dengan demikian, akan mengikuti kenaikan dan penurunan suku bunga pasar uang yang akan mempengaruhi bunga angsuran  yang harus dibayarkan.

Ketika suku bunga pasar mengalami kenaikan maka nominal angsuran akan naik, sedangkan jika suku bunga pasar sedang turun maka otomatis nilai angsuran juga turun. Demikianlah perihal suku bunga yang dapat kami paparkan dalam artikel ini, semoga Anda menjadi terbantu untuk menambah referensi dalam perencanaan Anda saat memutuskan menggunakan fasilitas kredit.

Categories: Info Shafwah

Shafwah Royal Property

Shafwah Royal Property

Pengembang Ruko & Perumahan Subsidi/Non Subsidi · Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, Ponorogo dan Kupang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *