Ketika Anda berada pada fase untuk memilih dan membuat keputusan penting dalam kehidupan masa depan, maka secara alami Anda dituntut untuk menggali informasi dan memahaminya secara substansial agar dapat menjalankan sasaran dan tujuan Anda secara positif dan berkesinambungan. Hal ini juga berlaku saat Anda menjalankan pilihan atas jenis KPR yang diambil, tentunya ada proses yang memerlukan perhatian agar tidak keliru dalam pengambilan keputusan yaitu dengan memahami jenis-jenis KPR yang sesuai dengan profil resiko dan kondisi keuangan Anda.

Disinilah disiplin sangat diperlukan, dan disiplin yang dimaksud adalah pikiran melihat apa yang ada dan belajar dari apa yang ada. Disiplin yang Anda perlukan dalam mengambil jenis kredit pemilikan rumah (KPR) yang dianjurkan dalam artikel ini adalah Anda harus memiliki suatu titik referensi untuk hal-hal yang ingin Anda prospek (bidik), capai, alami dan pertahankan sebagai suatu aset jangka panjang bagi kemajuan dan kebaikan Anda di masa depan.

Berikut ini adalah beberapa uraian informasi mengenai jenis-jenis kredit kepemilikan rumah (KPR) yang perlu Anda pahami dan dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan:

  1. KPR  Subsidi

KPR Subsidi merupakan KPR yang disediakan oleh pihak Bank sebagai bagian dari program pemerintah dan jamsostek yang diberikan untuk memfasilitasi pembelian rumah sederhana sehat (RSS) untuk masyarakat golongan menengah ke bawah dan belum memiliki rumah, agar dapat membeli rumah tapak ataupun rumah susun dengan type  rumah yang dibiayai maksimal tipe 36. 

Jenis KPR ini paling bersahabat untuk orang dengan penghasilan yang kecil, karena suku bunganya rendah berkisar 5% – 7,25% flat, dan sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit dan cicilannya ringan serta bebas dari pajak pertambahan nilai (PPN). Pada umumnya KPR subsidi, memiliki plafon uang muka yang rendah dengan tenor cicilan hingga 20 tahun.

  • KPR Konvensional (KPR Non Subsidi)

KPR Konvensional (Non Subsidi) merupakan produk KPR yang disediakan oleh bank dan kebijakannya diatur oleh bank yang menyediakannya, dengan persyaratan dan suku bunga regular yaitu mengikuti BI Rate yang ditetapkan pihak bank selaku pemberi kredit. Biasanya KPR Non-Subsidi adalah KPR pembelian yang umumnya diperuntukkan dan diajukan oleh masyarakat kelas menengah dengan penawaran berdasarkan harga jual rumah yang sudah ditetapkan pihak pengembang.

Pada umumnya pihak bank akan mengenakan denda yang cukup besar apabila debitur terlambat atau menunggak dalam pembayaran cicilan. Adapun masa pinjaman KPR konvensional berkisar 5 hingga 25 tahun.

  • KPR Syariah

KPR Syariah adalah merupakan pembiayaan rumah yang mengikuti prinsip-prinsip hukum berdasarkan syariat agama Islam. Ini menjadi pilihan yang tepat bagi seseorang yang menghindari bunga yang dianggap riba dalam Islam. KPR ini menerapkan sistem transaksi yang berlaku adalah sistem bagi hasil atau nisbah atau prinsip akad murabahah (jual beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerjasama sewa). Saat ini baik bank pemerintah ataupun swasta sudah menawarkan produk KPR Syariah ini secara signifikan.

Jenis KPR ini cukup diminati dan sangat ideal bagi Anda yang khawatir akan pergerakan bunga yang naik atau turun karena jumlah angsurannya tetap dan tidak mengenal adanya bunga, hanya dikompensasi dari harga rumah yang harus Anda bayarkan sudah termasuk dengan tambahan keuntungan yang akan diterima pihak Bank. Tenor masa cicilan dalam KPR syariah memiliki masa angsuran hingga 15 tahun.

4.    KPR Multiguna (KPR Refinancing)

KPR Multiguna (KPR Refinancing) adalah perwujudan dari sistem penilaian ulang rumah yang telah dibeli dengan menggunakan KPR pembelian baik itu KPR subsidi, KPR Non Subsidi maupun KPR Syariah. Pada dasarnya jenis KPR Refinancing ini merupakan pengajuan kembali kredit kepada pihak kreditur dengan jaminan (agunan) yang sudah dimiliki yang dalam hal ini yaitu rumah.

Sebagai informasi apabila Anda berencana mengajukan KPR Refinancing, maka pihak kreditur akan melakukan penyesuaian dengan KPR lama setelah menilai ulang rumah yang bersangkutan. Jadi cukup dipahami bahwa harga rumah dan tanah dari tahun ke tahun cenderung naik, sehingga KPR baru akan dihitung berdasarkan nilai baru rumah dan bunga kredit baru setelah dikurangi cicilan KPR yang telah dibayarkan sebelumnya. Maka rencanakanlah dengan seksama jika ingin mengajukan KPR Refinancing, minimal satu tahun setelah membeli rumah mengingat kenaikan harga rumah yang tanah yang tidak terhindarkan.

KPR Refinancing adalah fasilitas pengajuan dana pinjaman dimana menggunakan rumah atau surat tanah yang sudah dimiliki sebagai jaminannya. KPR Refinancing ini dapat menjadi solusi untuk Anda yang terkendala dalam melunasi angsuran KPR yang sedang berjalan dan cukup efektif untuk membantu meringankan beban sisa cicilan rumah yang lama dengan bunga yang lebih ringan.

  • KPR Angsuran Berjenjang

KPR Angsuran Berjenjang adalah suatu produk fasilitas pinjaman yang diberikan untuk pembelian rumah tinggal dengan keringanan berupa penundaan pembayaran sebagian angsuran pokok sampai tahun ketiga masa pinjaman dan setelah itu pada tahun ke-4 angsuran kredit rumah baru akan memasuki kondisi normal.

Tenor KPR angsuran berjenjang ini cukup bervariasi antara 10 hingga 15 tahun, dimana KPR ini memungkinkan Anda mendapat restitusi berupa potongan provisi dan biaya administrasi masing-masing 50%.

 

6.    In-house KPR

In-house KPR secara definitif mengacu pada pembelian properti dengan cicilan bertahap sebagai fasilitas yang disediakan oleh beberapa pihak pengembang atau lebih akrab disebut sebagai KPR internal dari developer. Pada In-house KPR ini calon debitur tidak akan membayarkan angsuran kepada pihak bank, melainkan kepada pihak pengembang (developer)

Pembelian rumah dengan menggunakan fasilitas In-house KPR, untuk  proses serah terima unit (STU) rumah umumnya dilakukan setelah total pembayaran di atas 80% atau sesuai perjanjian pembelian yang disepakati pada Perjanjian Jual Beli (PJB) yang disahkan didepan Notaris.

  • KPR Take Over

KPR Take Over merupakan produk fasilitas yang ditawarkan oleh pihak Bank untuk memindahkan KPR yang telah berjalan ke bank lain dengan kompensasi keuntungan berupa tambahan limit pinjaman. Pada KPR jenis take over ini lebih ke arah persaingan antar-bank untuk mendapatkan nasabah baru, namun tidak semua bank menawarkan KPR jenis ini.

  • KPR Duo

KPR Duo merupakan produk fasilitas pinjaman yang diberikan untuk pembelian rumah tinggal (hunian), apartemen, ruko, atau rukan sekaligus pembelian mobil, motor, atau furniture, dimana dapat dikombinasi pada saat pengajuannya oleh calon debitur. KPR jenis ini juga tidak semua dapat dijumpai dan ditawarkan dari pihak Bank. Demikianlah jenis-jenis KPR yang dapat menjadi wawasan bagi Anda dalam mengajukan rencana pinjaman kepada pihak kreditur, semoga dapat memberikan gambaran yang cukup baik dalam proses pengambilan jenis KPR yang dapat Anda jalani.

Categories: Info Shafwah

Shafwah Royal Property

Shafwah Royal Property

Pengembang Ruko & Perumahan Subsidi/Non Subsidi ยท Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, Ponorogo dan Kupang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *