Setiap orang memiliki impian dan salah satunya adalah keinginan untuk mewujudkan harapan akan kepemilikan rumah (hunian) sebagai kebutuhan primer. Namun perencanaan keuangan yang baik untuk merealisasi pembelian sebuah rumah membutuhkan persiapan, wawasan dan strategi yang tepat. Tidak sedikit orang yang masih terjebak dalam pola pikir skeptis, banyak tindakan dan gerakan tapi rasanya tidak pergi kemana-mana karena kurangnya pemahaman tentang suatu produk atau konsekuensi dari suatu pilihan seperti memutuskan membeli rumah secara tunai atau kredit.

Artikel ini mencoba membantu untuk memberikan pandangan pragmatis mengenai perbandingan dari sisi keunggulan dan kelemahan pembelian rumah secara tunai atau KPR yang dapat menjadi pertimbangan bagi seseorang dalam mengambil keputusan strategis yang sesuai dengan kemampuannya secara finansial.

Adapun perbandingan dari sisi keunggulan dan kelemahan pembelian rumah secara tunai dan KPR adalah sebagai berikut :

Pembelian Rumah secara Tunai Pembelian Rumah secara KPR
Keunggulan : Terhindarnya diri dari resiko keuangan di masa depan karena terbebas dari kewajiban (cicilan hutang)Terbebas dari biaya akad kredit Memiliki aset berharga dan proyektif untuk investasi, dimana rumah yang ready stock atau rumah second dapat segera ditempati atau dapat menjadi aset produktif yang menghasilkan passive incomeMeminimalisir biaya administrasiMemberikan keamanan karena  sertifikat dapat dipegang langsung dan dapat dijadikan jaminan jika memerlukan dana  untuk kebutuhan penting lainnya.Harga perolehan atas rumah dari pembelian secara tunai tidak dikenakan bungaDapat bernegosiasi dengan pihak developer untuk mendapat potongan harga atas pembelian secara cash keras Keunggulan : Fokus untuk menyediakan dana untuk downpayment (uang muka) yang memadai tanpa perlu menunggu jumlah yang besar seperti membeli dengan cash kerasMemberikan fasilitas nominal angsuran yang terjangkau karena dengan membesarkan jumlah uang muka  atau semakin lama tenor masa angsuran, maka cicilan yang dibayar akan semakin kecilDengan suku bunga flat yang ditawarkan pihak pemberi kredit angsuran yang dijalankan menjadi lebih konsisten Memberikan kesempatan untuk menyisihkan dana untuk tabunganAdanya Cover AsuransiPada rumah yang ready stock dapat disewakan untuk alokasi angsuran sebagai suatu pilihan untuk mengurangi beban hutang
Kelemahan : Memerlukan dana besar dan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan dana agar mencukupi Resiko wanpretasi sehingga masalah dapat timbul jika developer track record-nya buruk atau legalitas yang tidak jelas sehingga rumah yang dibangun menjadi pending atau mangkrak dalam proses pembangunannya, serta refund dana harus diurus kembali jika pengembangnya masih memiliki etikat baik dan bersedia mengembalikannya Kelemahan : Jika mengambil KPR dengan suku bunga fluktuatif seperti anuitas maka harus siap dengan perubahan bunga menjadi lebih mahal dengan pilihan tenor angsuran yang panjangHarga rumah dari total angsuran yang dibayarkan menjadi lebih mahal daripada harga aslinya Adanya ketidakpastian ACC dari Bank pemberi kredit meski persyaratan kredit sudah dilampirkan Sertifikat Rumah ditahan oleh pihak pemberi kreditAkan dikenakan penalty jika berencana melakukan pelunasan dipercepatResiko disita jika adanya tunggakan angsuran

Demikianlah uraian perbandingan dari sisi keunggulan dan kelemahan pembelian rumah secara tunai dan KPR. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengubah suatu masalah selain menolong seseorang melihat situasi, karenanya pastikan saat membuat keputusan pembelian rumah baik itu secara tunai atau KPR adalah benar-benar disesuaikan dengan kemampuan finansial yang ada sehingga tetap terukur berdasarkan dana anggaran yang tersedia. Semoga bermanfaat.

Categories: Info Shafwah

Shafwah Royal Property

Shafwah Royal Property

Pengembang Ruko & Perumahan Subsidi/Non Subsidi ยท Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, Ponorogo dan Kupang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *