Esensi kehidupan sesungguhnya dapat tercermin dari ketidaknyamanan hidup tanpa memiliki rumah (hunian), selalu berpindah rumah dari satu kontrakan ke kontrakan lain dengan dana yang seharusnya dapat dialokasikan menjadi cicilan (angsuran) rumah atau numpang gratis dirumah keluarga besar dari salah satu pihak pasangan hidup yang memiliki ketersediaan kamar yang lebih dan menukarnya dengan berkurangnya privasi.

Apabila kita termotivasi ingin memiliki rumah untuk ditempati sendiri atau dialokasikan menjadi wadah atau sarana berinvestasi, maka rencana keuangan untuk mewujudkan hal tersebut seharusnya dimulai sedini mungkin. Berikut adalah hal-hal yang dapat menjembatani seseorang tentang bagaimana cara membeli properti dalam bentuk rumah (hunian) yaitu:

  1. Pahami keuntungan dan kerugian yang timbul dalam investasi properti

Tidak dipungkiri bahwa dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah, ketersediaan tanah (kavling) atau rumah (hunian) akan terus menjadi kebutuhan setiap orang. Hal ini menjadi alasan utama mengapa tanah atau rumah sangat dianjurkan menjadi bagian dari portofolio investasi yang kita miliki. Selain itu, harga rumah dan tanah cenderung mengalami kenaikan dalam jangka panjang.

Keuntungan semakin bertambah apabila kita dapat memanfaatkan properti  rumah atau tanah tersebut dengan menyewakan. Jadi, dengan investasi pada properti kita bisa mendapat keuntungan selain dari penjualan juga dari pemanfaatan properti  itu sendiri. Selain berupa rumah hunian, terdapat pilihan lain seperti kos-kosan, apartemen, rumah toko, rumah kantor dan lain sebagainya.

Sedangkan kerugian investasi properti  penyebab utamanya adalah pada pemilihan lokasi. Dapat dibayangkan betapa kerugian yang harus ditanggung jika kita membeli properti rumah mahal didaerah yang terkena semburan lumpur panas yang baru terdeteksi setelah beberapa tahun.

  • Persiapkan Tabungan untuk Rumah

Rumah dapat dibeli secara tunai jika tersedia saat ini, namun jika dana belum mencukupi maka kita masih memiliki waktu untuk menabung  secara konsisten sebagai solusi yang dapat dilakukan sesegera mungkin, karenanya pengelolaan keuangan sudah sepatutnya menjadi prioritas yang wajib diperhatikan secara serius yaitu bijak mengalokasikan antara pemenuhan kebutuhan harian dan kemampuan menyisihkan dana untuk tabungan rumah secara cermat dan terukur.

  • Menggunakan Fasilitas Skema Kredit Rumah

Apabila dana untuk membeli rumah belum mencukupi untuk membeli secara tunai atau masih ada keperluan lain yang harus diakomodir, maka solusi adalah dengan cara kredit melalui KPR. Saat ini banyak bank menawarkan fasilitas KPR dengan beberapa opsi pembayaran dan persyaratan beragam, bahkan pihak developer juga menyediakan opsi cicilan inhouse.

KPR seyogyanya diambil saat usia seseorang masih produktif, selain kemampuan membayar angsuran dari hasil bekerja, kredit yang diambil saat usia produktif juga akan mudah disetujui oleh bank. Adapun jumlah angsuran yang akan dibayarkan memang tergantung pada sistem bunga yang digunakan bank tersebut. Ada bank yang memberi penawaran cicilan bunga tetap (fixed flat) ditahun pertama tetapi tahun selanjutnya menjadi mengambang (floating rate), gabungan bunga tetap (fixed rate) dengan flat (flat interest rate) dan lain sebagaimana.

Demikian ketiga faktor yang dapat digunakan sebagai sarana bagaimana membeli properti dalam bentuk rumah (hunian). Optimalkan segala informasi yang tersedia dan diimbangi konsistensi dalam mengalokasikan dana untuk mewujudkan impian Anda memiliki properti.

Categories: Info Shafwah

Shafwah Royal Property

Shafwah Royal Property

Pengembang Ruko & Perumahan Subsidi/Non Subsidi ยท Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, Ponorogo dan Kupang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *