Dalam pembelajaran tentang bagaimana merencanakan keuangan pada prinsipnya kebebasan / kemandirian keuangan (financial freedom) dapat diperoleh melalui passive income. Sarana yang digunakan untuk mewujudkan passive income tersebut antara lain investasi properti (real estate), bisnis, serta sekuritas. Seseorang yang membidik dan merealisasikan target kehidupannya melalui investasi properti (real estate) dan bisnis, baru selanjutnya beranjak ke surat berharga, sudah berada dijalur yang benar, alasannya dengan pemetaan tersebut mereka mempunyai lebih dahulu cash flow  positif serta pengalaman dalam mengelola bisnis.

Kunci utama investasi properti, apapun bentuk dan jenis properti yang ingin dibeli memerlukan wawasan keilmuan yang memadai agar tidak keliru mengambil keputusan karena sifatnya untuk jangka panjang, sehingga sangat dianjurkan untuk memahami kriteria-kriteria yang mendukung sehingga dapat berakselerasi dengan kebutuhan berinvestasi dan nilai waktu (time value) yang diperoleh nantinya.

Adapun tips yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan dalam berinvestasi properti diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Pemilihan lokasi

Pastikan lokasinya benar-benar strategis. Pilih area yang sedang berkembang, dekat dengan pusat kegiatan (sekolah, pasar, dan lain-lain), mudah diakses oleh sarana transportasi umum, dan dilengkapi oleh infrastruktur yang memadai (jalan, listrik, air , telpon, internet, dan lain-lain).

  • Kalkulasi Komposisi Harga

Jika berinvestasi dalam bentuk tanah kavling, pastikan memilih lokasi yang strategis dengan jumlah kompisisi harga tanah kavling yang dijual tidak lebih dari 5-10% dari jumlah yang dibangun. Sedangkan bila hendak berinvestasi dalam bentuk rumah tinggal (hunian), pastikan komposisi harga bangunan dan tanahnya berkisar antara 1:(2-3).

  • Pastikan dengan seksama Legalitas Tanah

Apapun bentuk properti yang diinvestasikan, sangat penting untuk memastikan legalitas tanah tersebut lengkap dan bebas dari sengketa.

  • Cermati Range  dari Harga Pasarnya

Sangat dianjurkan untuk memastikan bahwa properti yang hendak dibeli tersebut juga berada dalam range (atau bahkan dibawah) dari harga pasarnya.

  • Pertimbangkan biaya-biaya yang terikat didalam transaksi jual beli properti

Secara prosedural, hal-hal yang menyangkut biaya-biaya yang terikat dalam transaksi jual beli properti patut diperhatikan. Secara prinsip, biaya yang dikeluarkan tersebut adalah demi kepentingan pembeli dimasa mendatang dan otomatis akan menjadi tanggungan pembeli, seperti bea balik nama atas sertifikat, pajak pembelian barang mewah, dan biaya notaris. Sedangkan yang merupakan kewajiban penjual adalah pajak perolehan dan melunasi  tagihan terakhir atas PBB, listrik, air, telephone dan sebagainya.

  • Perhatikan Status Tanah

Hal yang harus ditegaskan pula adalah peningkatan status dari HGB (Hak Guna bangunan) ke SHM (Sertifikat Hak Milik). Penjual atau pemilik rumah biasanya keberatan mengeluarkan biaya dan menganjurkan solusi agar SHM langsung dibuat atas nama pembeli, dan sebaiknya agar kesalahpahaman antara penjual dan pembeli dapat diakomodir dengan baik maka gunakanlah jasa pihak ketiga yang mengerti seluk beluk properti.

Demikianlah tips singkat mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestassi properti, semoga dapat memberikan wawasan sebagai acuan agar dapat berinvestasi secara arif dan bijak.

Categories: Info Shafwah

Shafwah Royal Property

Shafwah Royal Property

Pengembang Ruko & Perumahan Subsidi/Non Subsidi ยท Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, Ponorogo dan Kupang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *