Secara umum konsep instrumen investasi berbasis properti atau real estate memiliki karakteristik fisik dan karakteristik ekonomi sesuai atributnya sebagai investasi yang langka. Karakteristik fisik yang melekat adalah :

  1. Imobilitas (tidak dapat dipindahkan)
  2. Keunikan lokasi yang spesifik
  3. Indestructibility (tidak dapat dihancurkan / literally).

Sedangkan karakteristik ekonomi yang melekat antara lain adalah:

  1. Kelangkaan (akibat terbatasnya supply)
  2. Umur ekonomis yang (hampir) tidak terbatas
  3. Peluang untuk melakukan modifikasi yang bernilai tambah
  4. Situs  dan setting yang unik antara real estate satu dengan yang lainnya

Adagium yang berlaku umum dalam berinvestasi properti adalah “ Lokasi “. Semakin strategis suatu lokasi, maka makin pula pula nila jual properti diarea tersebut. Selain itu, trend umum yang terjadi adalah harga akan selalu naik mengingat terbatasnya pasokan tanah dan rumah khususnya didaerah yang dipandang strategis, sebagai contoh, saat memilih untuk berinvestasi dalam bentuk tanah kavling atau rumah (hunian).

Kelebihan berinvestasi dalam bentuk tanah kavling adalah sebagai berikut :

  1. Tidak memerlukan biaya perawatan yang mahal
  2. Tidak adanya depresiasi
  3. Jika terjadi kenaikan harga, maka tanah kavling secara ekonomis lebih menguntungkan

Kekurangan berinvestasi dalam bentuk tanah kavling adalah sebagai berikut :

  1. Mencari tanah kavling yang strategis biasanya sulit dilakukan
  2. Tanah kavling juga tidak memiliki value added sebagaimana rumah atau jenis properti lainnya
  3. Tanah kavling tidak dapat optimal memberikan income tambahan seperti pendapatan dari sewa atau kontrak, sedangakan setiap tahun harus membayar pajaknya
  4. Kalangan pembelinya juga lebih terbatas yakni mereka yang bingin berinvestasi dan memiliki dana yang cukup untuk mendirikan bangunan diatas tanah kavling tersebut

Adapun berinvestasi properti dalam bentuk rumah tinggal memiliki beberapa kelebihan antara lain :

  1. Pemanfaatannya lebih maksimal  (misalnya untuk digunakan atau dihuni sendiri)
  2. Dapat menghasilkan income tambahan (bila disewakan), serta memiliki value added karena ada bangunan diatasnya
  3. Tersedia pilihan bentuk dan jenis yang lebih beragam, sehingga aspek minat terhadap properti ini juga lebih luas
  4. Sebagai kebutuhan mendasar akan perumahan untuk dimanfaatkan dan disewakan untuk keluarga yang memerlukan tempat tinggal

Sedangkan kekurangan berinvestasi properti dalam bentuk rumah tinggal (hunia) antara lain :

  1. Ada biaya maintenance (rumah tinggal / hunian perlu dirawat secara berkala agar tidak rusak)
  2. Mengalami penyusutan atau depresiasi terhadap bangunan
  3. Apabila terjadi kenaikan harga tanah, tidak serta merta diikuti oleh kenaikan harga bangunannya.

Berikut ini adalah analisis yang dirangkum mengenai return dari investasi properti pada umumnya :

Jenis Properti Return Sewa Capital Gain Total
Rumah (Hunian) 3-4 % 10-15 % 13-19 %
Town House 5-7 % 10-12 % 15-19 %
Kantor 6-8 % 8-10 % 14-18 %
Kios 6-10 % 10-12 % 16-22 %
Apartemen 5-10% 7-11 % 13-21 %
Kos-kosan 5-10 % 5-10 % 10-20%

                    Sumber : Panagian School of Property

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka sebelum kita melakukan pembelian baik itu instrument investasi dalam bentuk properti  atau intrumen investasi lainnya, pada prinsipnya, mulailah untuk dipikirkan : “ What value will this provide ?”.

Categories: Info Shafwah

Shafwah Royal Property

Shafwah Royal Property

Pengembang Ruko & Perumahan Subsidi/Non Subsidi · Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, Ponorogo dan Kupang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *